Bagi komunitas motor gede (moge) seperti Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Banjar Baru, pengalaman touring yang optimal sangat bergantung pada kualitas jalan. Saat ini, HDCI Banjar Baru secara lantang menyuarakan tuntutan kepada pemerintah daerah mengenai kebutuhan akan fasilitas infrastruktur jalan yang memadai pada jalur touring favorit mereka. Tuntutan ini bukan sekadar keluhan atas ketidaknyamanan, melainkan seruan untuk meningkatkan keselamatan berkendara, mendukung pariwisata lokal, dan memastikan maintenance aset publik.
Kualitas jalur touring di Banjar Baru dan sekitarnya seringkali mengalami kendala, mulai dari lubang jalan yang membahayakan, minimnya rambu lalu lintas yang jelas, hingga tidak adanya rest area yang layak. Kondisi infrastruktur jalan yang memadai sangat krusial bagi pengendara moge. Motor besar yang berat dan bertenaga tinggi memerlukan permukaan jalan yang stabil dan mulus untuk bermanuver dan mengerem dengan aman. Kerusakan jalan, bahkan yang kecil sekalipun, dapat menyebabkan kecelakaan fatal atau kerusakan serius pada unit moge yang bernilai tinggi.
Tuntutan HDCI Banjar Baru ini merupakan peran klub moge sebagai stakeholder pariwisata dan pengguna jalan. Mereka berargumen bahwa dengan investasi yang tepat pada fasilitas infrastruktur jalan yang memadai, potensi pariwisata di Banjar Baru akan meningkat. Jalur touring yang indah dan aman akan menarik minat klub-klub moge dari daerah lain, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan lokal dari akomodasi, kuliner, dan souvenir. Oleh karena itu, perbaikan jalan harus dilihat sebagai investasi publik yang memberikan return ekonomi.
Langkah yang diambil oleh HDCI Banjar Baru dalam menyampaikan tuntutan ini meliputi dialog konstruktif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pariwisata. Klub menawarkan data dan masukan yang spesifik mengenai titik-titik jalur touring yang paling kritis dan membutuhkan perbaikan segera. Mereka juga menawarkan diri untuk berpartisipasi dalam program pengawasan kualitas pengerjaan jalan, menunjukkan komitmen mereka yang lebih dari sekadar menuntut, tetapi juga ingin berkontribusi pada solusi.
Klub juga menuntut agar pembangunan fasilitas infrastruktur jalan yang memadai tidak hanya fokus pada perbaikan permukaan jalan. Fasilitas infrastruktur jalan yang memadai mencakup lampu penerangan di area rawan, marka jalan yang jelas, serta pembangunan emergency shelter atau posko istirahat yang memadai. Dengan adanya fasilitas infrastruktur jalan yang memadai ini, risiko kecelakaan saat touring dapat diminimalisir, dan perjalanan malam hari menjadi lebih aman.
