Program yang bertajuk Modal Usaha 0% ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang sangat strategis. Komunitas motor besar ini menyisihkan sebagian dana kas dan donasi anggota untuk disalurkan dalam bentuk pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan bagi pedagang kaki lima serta pelaku UMKM di wilayah Banjar. Skema ini dirancang sesederhana mungkin agar mudah diakses oleh warga yang selama ini sulit menembus birokrasi perbankan. Bagi komunitas, tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah keuntungan finansial, melainkan terciptanya ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri.
Melalui Inisiatif yang sangat berani ini, komunitas motor besar ingin mereduksi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman ilegal yang sangat merugikan. Selain memberikan suntikan dana, para anggota komunitas yang memiliki latar belakang pengusaha juga memberikan pendampingan mengenai manajemen keuangan sederhana. Mereka mengajari para pedagang cara memisahkan uang modal dengan uang keuntungan, sehingga modal yang diberikan dapat terus berputar dan berkembang. Hal ini membuktikan bahwa komunitas hobi otomotif memiliki intelektualitas sosial untuk ikut serta memperbaiki struktur ekonomi di lingkungan terkecil mereka.
Fokus utama dari bantuan ini adalah untuk secara langsung Bantu Pedagang kecil seperti penjual makanan tradisional, pengrajin lokal, hingga pedagang di pasar rakyat. Dengan adanya modal tanpa bunga, para pedagang memiliki ruang napas yang lebih lega untuk meningkatkan kualitas produk atau menambah stok dagangan mereka. Keberhasilan program ini terlihat dari mulai meningkatnya omzet harian para peserta binaan dan kemampuan mereka untuk mengembalikan modal tepat waktu agar bisa digulirkan kembali kepada pedagang lain yang membutuhkan. Semangat gotong royong ini menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat antara komunitas motor besar dengan masyarakat luas.
Wilayah Banjar yang memiliki karakteristik masyarakat yang agamis dan kekeluargaan sangat merespons positif kehadiran program ini. Komunitas HDCI di sini telah berhasil mengubah persepsi publik; dari yang semula dianggap sebagai kelompok yang sekadar memamerkan kekayaan, kini dikenal sebagai pelindung ekonomi rakyat. Langkah ini merupakan aksi nyata dalam mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan melalui pemberdayaan ekonomi. Para pengendara motor besar ini seringkali menyempatkan diri untuk mampir ke lapak-lapak pedagang binaan mereka saat melakukan city rolling, memberikan dukungan moral sekaligus memastikan usaha warga tetap berjalan dengan baik.
